Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Komitmen vs Konspirasi di tubuh KPK

Terpilihnya Abraham Samad menggantikan Busro Muqodas sebagai ketua KPK periode 2011-2015 merupakan suatu hal yang mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, nama-nama yang sebelumnya begitu diunggulkan seperti Bambang Widjojanto serta Yunus Husein harus tersungkur ketika mayoritas Anggota DPR memilih Abraham Samad.

Padahal berdasarkan rilisan ranking dari panitia seleksi capim KPK  menempatkan Bambang Widjojanto dan Yunus Husein di urutan pertama dan kedua, sedangkan  Abraham Samad sendiri pada Urutan ke-lima. Selain itu fraksi-fraksi yang menguasai kursi terbesar di parlemen, juga cenderung mengusung nama Bambang Widjojanto dan Yunus Husein. Tetapi fakta dari hasil pemilihan KPK tersebut berkata lain, nama Abraham Samad yang sebelumnya tidak digadang-gadang, malahan menang mutlak atas para pesaingnya.

Sehingga kemudian menimbulkan kecurigakan serta pertanyaan-pertanyaan besar, tentang terpilihnya Abraham Samad menjadi ketua KPK ini. Apakah terpilihnya Abraham Samad tersebut merupakan suatu bentuk Konspirasi demi menjaga atau melindungi kepentingan para penguasa? Atau memang karena kemampuan serta kreadebilitas Abraham Samad yang lebih bagus atau mumpuni dibandingkan Calon-calon lainnya? Ataukah semua hal tersebut hanyalah sebagai wujud strategi konspirasi untuk menjatuhkan pamor KPK yang kemudian membubarkan Badan pemberantas korupsi tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak mungkin dapat ditemukan jawabannya sekarang.

Tapi kita juga perlu untuk mengapresiasi komitmen-komitmen yang kuat yang terucap dari mulut Abraham Samad. Janji serta Komitmennya untuk menjaga Indepedensi KPK serta tekadnya untuk memberantas kasus-kasus Mega skandal korupsi seperti kasus tentang Bank Century serta Mafia Pajak harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Apalagi janjinya tersebut dipaparkan didepan Media Massa yang secara otomatis Publik akan mengkonsumsinya. Sehingga kemudian ketika dia tidak mampu untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut, secara otomatis kepercayaan publik terhadap KPK juga akan semakin menurun.

Sosok seorang pria asal Makasar yang juga merupakan salah satu pendiri Anti Coruption Comitee (ACC) ini juga merupakan sosok yang sudah banyak malang melintang di dunia pergulatan anti korupsi di daerahnya. Sudah banyak kasus-kasus Korupsi yang telah diungkapnya. Tetapi kemudian mampukah putra Makasar ini menjalankan tugas besarnya tersebut, dengan pengalamannya yang masih belum teruji ditingkat Nasional? Kita tunggu saja, hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.

Advertisements

2 responses to “Komitmen vs Konspirasi di tubuh KPK

  1. M Arbain Arizandy January 3, 2012 at 9:47 am

    Kita doakan saja seluruh pemimpin ini sadar akan amanah yang tengah mereka pikul, Semua usaha untuk mendewasakan pemimpin negeri ini sudah sering dilakukan, ribuan demo, jutaan kritik, debat publik dan lain-lain sudah sering dilakukan, namun mata, telinga, bahkan hati mereka belum terbuka. Good writing!
    Salam kenal

  2. Agung Pranomo January 3, 2012 at 7:09 pm

    KPK kini sedang dalam keadaan darurat, karena telah disusupi oleh mafia-mafia Penghianat Bangsa. KPK jangan sampai menjadi pusat gudang koruptor baru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: