Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Antara Guru dan Pelatih Sepak Bola

PESTA sepak bola Eropa telah dimulai. Gegap gempita euforianya telah menyita semua pandangan dari para pecinta bola di dunia. Perasaan harap-harap cemas, resah, sedih, gembira, serta bangga sudah siap menyergap relung hati para supporter tersebut dalam mendukung perjalanan tim kesayangannya.

Apalagi dalam turnamen Euro 2012 ini, banyak bertaburan pemain bintang dunia dengan bayarannya yang selangit dan skill permainan yang luar biasa. Sebut saja Cristiano Ronaldo, W. Rooney, W. Snedjer,  F. Torres, Karim Benzema, dan lainnya. Mereka merupakan para maestro sepak bola di era sekarang ini, dengan kekuatan, kemampuan, dan permainannya telah mampu menghipnotis setiap mata orang yang melihatnya.

Tetapi ada satu sisi yang juga perlu mendapat perhatian lebih dalam setiap laga pertandingan sepak bola tersebut, yaitu peran dari para pelatih dalam meramu permainan timnya. Karena para pelatih inilah yang berdiri di luar lapangan untuk memberikan arahan serta strategi permainan. Ibarat sebuah organisasi, para pelatih ini merupakan seorang manajer di dalam organisasi tersebut yang memiliki peran di dalam pengorganisasian, penyeleksian, penempatan, penugasan, dan pemberian motivasi atau semangat kepada setiap orang di organisasi tersebut.

Artinya, peran pelatih cukup vital, baik dalam membangun kerangka tim maupun menciptakan strategi permainan. Setiap pelatih pun dianjurkan memiliki kemampuan di dalam mencari atau melihat bakat, kemampuan, kelebihan serta kekurangan dari para pemainnya. Hal demikianlah, yang dijadikan dasar sang pelatih dalam menempatkan posisi pemain serta tugas yang harus diemban si-pemain dalam setiap pertandingan guna menyokong strategi yang telah dibuatnya.

Seperti halnya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kita mungkin tak akan pernah mengenal mereka, melihat aksi heroik dribble bola di atas rumput hijau, serta tendangan keras dan insting membunuh pemain handal itu di depan gawang lawan, andai saja posisi mereka tidak sebagai striker tetapi sebagai goalkeeper. Pertanyaannya adalah, apa yang membuat posisi mereka menjadi penyerang seperti sekarang ini?

Itu tak lepas dari peran pelatih di belakang setiap pemain. Kemampuan Ronaldo dan Messi tidak ujug-ujug seperti sekarang ini, mereka telah melewati gemblengan demi gemblengan dari para pelatihnya.Skill mereka dipoles, diasah, dan bakat lain yang mereka miliki terus digali agar dapat tumbuh keluar dan berkembang. Gemblengan di dalam pendidikan akademi sepak bolaini menjadikan mereka berdua pemain yang matang dengan skill di atas rata-rata seperti yang kita lihat sekarang ini.

Begitu pula peran yang seharusnya dilakukan oleh para guru, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Para guru yang juga mendapat julukan sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa tersebut, harus mampu untuk menggali bakat-bakat yang terpendam di dalam diri anak didiknya.  Ibarat sebuah tunas tanaman yang baru berusia muda, mereka harus dengan sabar dan tekun untuk menyirami, memupuk dan merawat tanaman tersebut. Agar tanaman itu dapat terus berkembang dan tumbuh subur, hingga menjadi tanaman yang besar yang mengandung berbagai manfaat.

Artinya, seorang guru harus mampu memberikan pembelajaran serta ketauladanan yang dapat menumbuhkembangkan bakat para anak didiknya. Baik dengan diasah, dipoles serta dilatih untuk bagaimana mendayakembangkan berbagai potensi yang mereka miliki dan kemudian menyadarkan mereka akan bakat serta potensi yang mereka miliki, sehingga akan dapat membentuk masa depannya.

Selain itu, para guru juga harus mampu memberikan berbagai insentif, motivasi semangat serta kesempatan pada anak didiknya, agar dapat memacu mereka untuk lebih belajar dan merefleksi dirinya sendiri. Begitu juga para pelatih sepak bola, yang ketika pertandingan dengan gencar memberikan motivasi serta semangat kepada para pemainnya, agar dapat memenangkan setiap pertandingan, baik itu di ruang ganti atau dari pinggir lapangan.

Dengan cara demikianlah akan lahir seorang anak didik yang kompeten dan memiliki kapabilitas. Motivasi dari guru juga akan mendorong lahirnya anak didik yang kritis dan berpikiran solutif terhadap berbagai masalah yang ada di dekatnya. Sehingga pendidikan nantinya tidak hanya akan menciptakan “Robot-robot manusiawi” yang digerakan oleh manajemen produksi, melainkan menciptakan para manusia berintelektual yang dapat memerdekakan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Artinya untuk dapat menciptakan para pemain-pemain sepak bola yang handal serta para tokoh besar, tidak hanya dapat dilakukan dengan cara instan, perlu suatu proses panjang. Di sinilah peran dari para guru dan pelatih, sebagai penggali dan juga pendorong bakat serta potensi dan sebagai penyambung pembentuk masa depan.

Semoga mereka akan selalu ada untuk dapat menciptakan keindahan dunia, lewat berbagai bakat serta potensi dari berbagai orang yang telah mampu mereka tumbuh kembangkan. Dan yang pasti, mereka dapat membekali  semangat “self-reliance” (jiwa yang percaya kepada kekuatan sendiri) dan “self help” (jiwa berdikari) bagi para anak didiknya, sebagai modal dalam mengarungi geliat zaman.

Salam masyarakat Indonesia yang lebih adil-makmur-sejahtra, dan
Salam Revolusi Indonesia!!!
 
Arif Novianto 
Manajemen dan Kebijakan Publik
Fisipol UGM
Staf di Departemen Kajian Strategis BEM KM UGM 2012 (//rfa)

Tulisan ini juga telah Dimuat di Okezone.com pada 15 Juni 2012

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/06/15/95/647812/antara-guru-dan-pelatih-sepak-bola

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: