Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Aku tak Pernah Membencimu Menangis

Karikatur hujan

Doc: DeviantArt

Selimut petang dibalik lentera terbayang

Angin merintih memecah keheningan yang terpendam

Langit memburam, hitam lekat menghantui rembulan

Dan menangis diiringi dengan halilintar mencakar-cakar

 

Bulu-bulu yang selembut sutra

Terusik dan terperanjat dalam bayang petaka

Berdiri berapi-api

Mendengarkan simfoni Illahi

Tetesan tangis menghujam

Menghimpun ribuan bala pasukan

Menerjang alam yang kehausan

Dan berperang disepanjang jalan

 

Dipondok kecil yang kusam

Memucat raut dindingnya

3 kali kuburan besarnya

Semburat tangisan keluar mengusik

Diputihnya salju beku yang berkilau terterpa sinar

Membatu membawa selimut dingin yang mencekam

 

Aku tidak pernah membencimu menangis

Aku tidak pernah mengumpat karena tangismu

 

Tetapi, tembok kokoh yang kau susupi

Telah memukul lonceng kegusaran

Menghujani bagian mimpi indahku dengan kecemasan

Membuatnya terkungkum dan menimbun tangismu

 

Ya, aku tidak pernah membencimu menangis

Tetapi biarkanlah aku berselimut petang dengan tenang

Mengkais sumber inspirasi, ide dan gagasan

Untuk ku lukiskan dan kupahat

Bersamamu yang memberikan simponi Illahi

Yang tak mungkin aku hindari

Apalagi menghalangimu untuk meneteskan bagian sumber kehidupanku ini

 

25 Mei 2013

Di Gubug Gelora Nurani: Pogung Lor, Sleman – Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: