Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Bersaksi Dengan Malam

Karikatur gejolak

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Bintang-bintang berpijar dibumbui sinar kerabunan

Diiringi hentak keceriaan ombak-ombak yang berkejar-kejaran

Gerak pasir yang tersapu angin menyiratkan desingan ribuan bala tentara beradu jalan

Aku berdiri diatas butiran pasir-pasir hitam yang menyimpan amarah kerakusan

 

Diselimut gelap, aku melihat gumuk emas hitam

Yang telah membangkitkan jiwa-jiwa Keserakahan Rahwana

Menebarkan kejulikan Sengkuni yang tiada tara

Diantara rakyat jelata dengan segala keluguanya

Tampak Bulan mengintip dengan tersipu malu

Seperti menggoda para penguasa yang tak tau malu

Yaitu mereka yang berupaya menggandaikan kehidupan anak cucu rakyatnya

Demi segepok kekayaan dan kemulyaan semu

 

Jejeran cemara yang tengah bercengkerama dengan angin malam

Tampak samar diterangi sinar kerabunan bintang-bintang

Seperti membentuk benteng dibibir peraduan air dan daratan

Menyiratkan barisan rakyat yang bergandengan tangan

Demi mempertahankan kedaulatan daratan ditengah kikisan ombak yang berjejalan

 

Malam yang semakin larut tak sedikitpun kusadari

Aku seperti terlelap dalam iringan instrument alam

Tergambar di batas mimpiku sebuah peristiwa besar akan terjadi disini

Perang Barathayuda pasti akan terjadi

Keserakahan melawan kebaikan tak akan pernah dapat dihindari

Ditempat dimana emas hitam ini bertebaran

Memang digariskan untuk menjadi arena perebutan

Antara mata air kesucian kebersamaan

Melawan keserakahan yang dibalut mitos pertumbuhan ekonomi dan pembangunan

 

Aku menyaksikan butiran pasir hitam itu masih tetap bersinar

Barisan cemara dengan tegak membangun tembok pertahanan

Dan bintang-bintang dengan sumringah membentuk gugusan keyakinan

 

Alam seolah meyakinkan rakyat yang ingin membelainya

Bahwa mereka akan tetap selalu bersama

Keserakahan pasti akan tertendang dan kerakusan pasti akan terjungkal

Ketika rakyat sadar akan tapak-tapak jalan kebenaran

 

Dan malam pun seperti memaksaku untuk berlari

Dan bangun dari mimpi-mimpi yang tak kan pernah bertepi…….

 

Laguna Lembupurwo

22.45 wib, 4 Agustus 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: