Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Purgatory Gerwani

Purgatory Gerwani

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Gerwani,

Perempuan-perempuan petarung zaman

Berjuang menentang penderitaan

Namun, diburamkan menjadi kanibal

 

Gerwani,

Perempuan-perempuan penentang feodal

Berjuang menciptakan keadilan

Namun, disulap menjadi binatang jalang

 

Suaramu menderu-deru bagai hantu

Menakuti gerombolan cakil penjilat keduniawian

Tarianmu semerbak harum mewangi

Mengusir bau busuk peradaban yang mengelilingi

Tatapan matamu tajam kedepan bak anak panah Ardha Dhedhali

Mencokel setiap mata katarak yang anti perubahan

Percik pemikiranmu seperti Lazuardi dibawah sinar kerlip rembulan

Menyibak tirai kegelapan buah kekejaman penindasan

 

Itulah yang membuatmu ditelanjangi

Dianiaya dan diperkosa para bandit bertopeng kebenaran

Tubuh molekmu dimumikan dengan kain kepalsuan

Keturunanmu dialienasikan dari kehidupan

Jasadmu ditelantarkan tanpa ritus penguburan

Dan Tapol dicapkan sebagai pengkerdilan

 

Gerwani,

Perempuan-perempuan mutiara peradaban

Berjuang dengan cinta dan kasih sayang

Namun, dipendam paksa agar tak bersinar

 

Purgatory

Purgatory Gerwani

Mutiara akan tetap bersinar

Walau dipendam dan digelapkan

 

Arif Novianto

30 September 2013, pukul: 19:30 wib

Di PogungLor, Sleman-Yogyakarta

Advertisements

One response to “Purgatory Gerwani

  1. Pingback: Cempeku | Gelora Nurani - Arif Novianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: