Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Suara, Tinta dan Darah Perlawanan

Perlawanan rakyat menentang penguasa

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Lilitan tinta disecarik kertas putih yg membeku ini

bersuara lantang

menentang coretan liar yang tak beraturan

yang kau gores dengan nafsu

 

Suaraku dapat kau bungkam

tapi tinta ini dapat menari-nari liar

melebihi aungan serigala malam

yang tak kan sedikitpun dapat kau hentikan

 

Dan andai kau rampas tintaku

maka akan kualiri kertas lusuh

yang kau telantarkan itu

dengan tetesan-tetesan darah perjuanganku

 

Dan bila engkau bakar kertas lusuh itu

maka akan kualirkan darahku ini

disetiap bukit-bukit

yang mengitari tembok-tembok keangkuhanmu

 

Dan bila kau hisap habis darah ini

hingga tubuh ini lemah tak berdaya

bahkan tak bergerak lagi

Maka kau sudah terlambat tuan!

 

Suaraku tlah berantai

memacu semangat saudara-saudaraku

Untuk meneteskan keringatnya

dicelah tembok nafsumu

 

Tintaku telah berhasil menjebol

bendungan kepalsuan

yang kau bangun dibawah jerit tangis

dan rengekan kesengsaraan

 

Kertas-kertas lusuh yg kau bakar,

telah mengebulkan asap hitam pekat

dan menjadi awan hujan

yg menggelapkan istana keangkuhanmu

 

Dan darah yg kau kering kerontakan dari tubuh ini,

telah terlanjur mengalir deras

di sungai-sungai urat nadi keyakinan kami

bahwa kau akan Binasa tuan

 

Sekarang

bukalah endapan kalbumu

yang kau bekukan selama ini tuan

Lihatlah disekelilingmu…

 

Semakin kau membungkam,

semakin kami tahu dan sadar akan kekejamanmu.

Seribu kekanganmu

telah mmbuat kami semakin jeli mengasah pedang ini

 

Tak selamanya

kau dapat berdiri

diatas perahu-perahu hasil kerja kami

ditengah aliran sungai keringat kami ini

 

Kini kau serasa berdiri

diatas kilauan pedang kesadaran kami

dan dikelilingi suara-suara amarah perlawanan kami

 

Istamu akan hancur berantakan

Termakan ombak perlawanan kami

Dan kamu akan hanyut tenggelam

Disapu gelombang kesadaran kami

 

Oleh: Arif Novianto

16 September 2013, 22:35 Wib

Angkringan Pak Yo, Pogunglor – Sleman

Advertisements

One response to “Suara, Tinta dan Darah Perlawanan

  1. Pingback: Cempeku | Gelora Nurani - Arif Novianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: