Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Sajak Berkeping-keping

Sajak berkeping-keping cinta waktu tak menentu penantian

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Kutulis sajak ini

Mengenang setengah windu lalu

Saat belukar terbakar berbenih ilalang

Malam menerkam, mencabik-cabik kerancuan

Yang pernah kau tanam, lalu kau tinggalkan

Membekas harapan dan penantian

 

Kau yang menghilang

Atau kau yang kuhilangkan

Sampai sekarang aku tak tahu

Namun tirai kepalsuan yang kau bentangkan

Dibalik simfoni asmara yang pernah kita dendangkan

Menjadi saksi yang terus menggerutu

Menyayat-nyayat kalbu

Membentuk stalagnit di lorong ingatanku

Meneteskan air zam-zam

Yang terus menerus tak ada habisnya

Hingga memecahkan batu yang pernah kita ukir bersama

Menggunakan tatah “cinta”

Yang bertuliskan “Selamanya”

 

Batu yang berkeping-keping itu

Telah termakan waktu yang tak menentu

Kini mengelamuk dan terurai

Kembali menjadi tanah

Sebagaimana yang diciptakanNya dulu

Oleh: Arif Novianto

19 Oktober 2013, pukul 23.55 wib

Pogung lor, Sleman-Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: