Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Hilangnya Politik Rakyat

Lampung Post 13 Februari 2014 a

Doc: Epaper Lampung Post 13 Februari 2014

Politik itu semacam belati, disatu sisi dia dapat membahagiakan kita namun disisi yang lain dia dapat menyiksa kita. Politik tanpa pertarungan adalah omong kosong dan politik tanpa konflik hanya akan menciptakan kediktatoran. Maka pemahaman akan politik menjadi sangat penting, untuk bagaimana dapat memperjuangkan nasib kita menjadi lebih baik lagi. Apalagi didalam sistem demokrasi seperti sekarang ini.

Ajang kontestasi politik di Juni 2014 nanti sudah begitu dekat. Gelora perpolitikan seolah menggema disegala penjuru Indonesia. Akan tetapi sampai sekarang masih banyak masyarakat yang tak lagi percaya dengan tangan gaib politik. Bahkan politik selalu dilekatkan dengan kebobrokan dan keporak-porandaan. Kerangka berfikir masyarakat yang memanifestasikan politik kearah negatif ini bukan tanpa sebab, itu karena setelah paska reformasi ditengah kebebasan informasi publik, mereka menyaksikan gelontoran perilaku negatif (korupsi, kebijakan yang tak pro-rakyat dan tindakan melanggar hukum lainnya) yang dijalankan oleh pemerintah.

Absennya Politik Kelas

            Di era reformasi sampai sekarang ini dinamika perpolitikan di Indonesia dapat dikatakan sedang dalam keadaan sekarat. Hal tersebut terjadi akibat tidak adanya basis politik rakyat. Ketiadaan basis politik rakyat yang merepresentasikan politik kelas inilah yang membuat terjadinya pengarus-utamaan politik yang kita saksikan sekarang ini. Artinya proses politik di Indonesia saat ini telah membentuk lingkaran setan yang cenderung destruktif. Itu karena tidak adanya oposisi idiologis, sehingga arah semua politik di Indonesia sekarang hampir semuanya sama, akan tetapi hanya bungkusnya saja yang berbeda.

Arah pengarus-utamaan politik di Indonesia sekarang ini tak dapat dipungkiri menuju kearah pro-pasar liberal semua. Itu dapat telihat dari dalam parlemen hampir tak ada partai yang berlawanan idiologis dengan idiologi pasar liberal ini. Bahaya besar dari pengarus-utamaan politik (di parlemen) ini adalah ketika tidak ada oposisi dari basis rakyat yang kuat, maka kecenderungannya akan menciptakan tindakan-tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh para elit. Akibatnya sudah pasti nasib rakyat harus digadaikan demi kepentingan-kepentingan individu dan juga lembaga atau partai mereka. Kenyataan tersebut dapat kita lihat sekarang ini, bagaimana korupsi dengan akut menyebar disegala lini pemerintahan.

Tingkah polah yang dilakukan oleh para elit-elit politik ini pun seolah mendapatkan justifikasinya ketika rakyat hanya mengeluh tapi tak ada gerakan perlawanan. Kebungkaman rakyat untuk menjalankan perannya didalam kehidupan bernegara yaitu didalam mengontrol dan mendorong jalannya pemerintahan yang baik, tak bisa dipungkiri akibat dari politik penghabisan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru.

Politik yang dijalankan oleh rezim orde baru dengan memberangus semua lawan-lawan idiologisnya telah menciptakan imaji ketakutan yang dialami oleh rakyat hingga sekarang ini. Masa rakyat yang diarahkan untuk tidak berpolitik atau dibuat untuk apolitik pada masa orba turut menciptakan efek dominonya sampai sekarang ini. Akibatnya rakyat memaknai konflik sebagai sesuatu yang pasti buruk, dengan membayangkan konflik etnis yang terjadi di sampit, konflik agama di poso dan ambon. Padahal sekali lagi politik tanpa konflik itu omong kosong (dalam arti konflik positif). Dan dengan ketakutan berkonflik itulah yang membuat merajalelanya perilaku penyelewengan didalam pemerintahan Indonesia sampai sekarang ini, karena tak adanya kontrol dan tekanan dari basis rakyat.

            Melihat kebobrokan pemerintahan yang terjadi selama ini, membuat gerakan politik rakyat menjadi hal terpenting yang harus segera dihadirkan. Tanpa gerakan politik rakyat ini, maka nasib mereka tak akan pernah ada didalam tangan mereka sendiri, akan tetapi tetap diarahkan oleh para elit-elit. Dan ketika elit-elit yang mengemban nasib rakyat tersebut berada didalam sistem yang bobrok, maka nasib rakyat tak lain hanya menjadi mainan dan obralan.

Salah satu gerakan politik rakyat yang ada didalam dinamika perpolitikan Indonesia saat ini adalah gerakan politik para buruh yang akhir-akhir ini sering marak terjadi. Berbagai aksi jalanan yang dilakukan oleh kekuatan buruh tersebut, tak dapat dipungkiri telah berhasil menekan pemerintah untuk menjalankan kebijakan yang pro-buruh (seperti tuntutan UMP & UMK) serta juga efektif didalam menegakan hukum perburuhan yang sering tidak ditaati oleh perusahaan-perusahaan tertentu (seperti upah tak layak, outsourcing, dll). Sehingga gerakan politik buruh ini tak dapat dipungkiri merupakan angin segar dari kebangkitan politik rakyat.

Akan tetapi gerakan buruh tersebut hanya akan terus mengalami kemunduran demi kemuduran ketika tak diimbangi oleh gerakan dari eksponen-eksponen rakyat yang lain (Gerakan Petani, mahasiswa, guru, PNS, dll). Maka agenda penciptaan politik rakyat yang kuat akan menjadi sangat penting untuk dapat menekan pemerintah agar menjalankan kebijakan yang pro-rakyat dan kemudian dapat merasuk menguasai pemerintahan, yaitu dengan membentuk Historycal bloc yang dimana merupakan sebuah blok bersatunya semua komponen politik rakyat. Dengan cara itulah maka politik rakyat tersebut dapat benar-benar menjalankan nasib mereka diatas kaki dan tangan mereka sendiri untuk kemudian menciptakan kembali roh politik yang selama ini hilang.

Tulisan artikel opini ini sebelumnya telah dimuat di Opini koran Lampung Post, pada 13 Februari 2014.

Dimuat ulang disini untuk tujuan Pendidikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: