Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Kemenangan Hollande, Agenda Politik Sosialis dan Masa Depan Sosialisme di Dunia

Abstrak

Kemenangan yang telah diraih oleh Francois Hollande yang diusung oleh Partai Sosialis Perancis (PS) di Pemilihan Umum Presiden Prancis pada mei 2012 lalu, telah memberikan harapan besar tersendiri bagi rakyat Prancis akan datangnya perubahan. Agenda-agenda politik Sosialis yang ditawarkan oleh Hollande ketika masa kampanye membuat pamornya begitu tinggi ditengah badai krisis yang menerpa rakyat. Akan tetapi harapan yang begitu tinggi terhadap sosok Hollande untuk dapat menciptakan perubahan yang besar, sedikit demi sedikit mulai luluh lantak setelah sekitar dua tahun masa kepemimpinannya. Itu terjadi akibat tak pernah terealisasinya agenda-agenda politik sosialis yang ditawarkan oleh Hollande pada masa Kampanye politiknya dan masih tetap kencangnya badai krisis yang menimpa rakyat Prancis. Sedangkan yang terjadi adalah terjebaknya Hollande pada kebijakan-kebijakan kompromis yang lebih bersifat reformis, moderat dan reaksioner. Sehingga pada tulisan ini, penulis berusaha mengelaborasi tentang apa yang menjadi penyebab kegagalan dari Hollande dan para politiksi sosialis lainnya di dalam menjalankan agenda-agenda politik Sosialis yang pernah mereka tawarkan. Dan juga berusaha meramalkan simultannya krisis kapitalis dengan masa depan Sosialisme di dunia.

Keyword: Francois hollande, krisis ekonomi, agenda politik sosialis dan masa depan sosialisme

 

Mozaik Kebijakan PublikPendahuluan

Pada 6 mei 2012 sebuah sejarah baru telah terbentuk di Negara yang terkenal dengan menara Eifelnya yaitu Prancis. Hal tersebut terjadi dikarenakan kemenangan yang berhasil ditorehkan oleh Francois Hollande didalam pemilihan presiden Prancis mei itu. Hollande yang didukung oleh kubu sosialis berhasil menggulingkan incumbent dari kubu konservatif yaitu Nicolas Sarkozy dengan raihan 51,56 persen suara untuk Hollande dan hanya 48,44 persen bagi Sarkozy (Koran Jakarta, 09/05/12).  Kemenangan dari Hollande tersebut juga telah mencatatkan dirinya sebagai presiden kedua dari sayap partai kiri yang pernah memimpin Prancis, setelah pendahulunya yaitu Francois Mitterrand yang memimpin pada periode 1981 sampai 1995.

Kemenangan Hollande tersebut diyakini banyak kalangan didasari atas semakin meningginya sentiment anti-sarkozy dan merebaknya rasa kekecewaan dari sebagian besar masyarakat Prancis (terutama kelas pekerja & kaum muda) akibat tak kunjung berhentinya badai krisis ekonomi yang menerpa berbagai sudut dunia dan termasuk Prancis didalamnya. Respon yang dilakukan oleh incumbent Sarkozy yang lebih mengutamakan kebijakan-kebijakan pemotongan subsidi, pengetatan anggaran dan pemotongan dana pensiun didalam upayanya untuk menyikapi krisis ekonomi tersebut, telah menimbulkan semakin meningginya kekecewaan dari rakyat Prancis. Karena kebijakan tersebut dianggap hanya bagian dari politik Sarkozy untuk menyelematkan para konglomerat-konglomerat kapitalis didalam kehancurannya. Sedangkan dampaknya adalah mengorbankan kehidupan rakyat kelas menengah-kebawah semakin larut didalam kesengsaraan dan kemiskinan.

Disaat itulah Hollande datang pada kondisi yang tepat, sebagaimana digambarkan oleh Marx dan Engels, yang mengungkapkan bahwa munculnya sifat krisis dari kapitalisme telah menciptakan keharusan akan sosialisme. Sehingga dengan segudang solusi alternatif sosialis yang ditawarkan oleh Hollande bersama Partai Sosialis (PS) yang menyokongnya yaitu antara lain dengan kebijakan 75 persen pajak bagi siapa saja yang memiliki pendapatan di atas 1 juta euro per tahun, menaikan upah minimum, mempekerjakan lebih dari 60 ribu guru, menurunkan usia pensiun dari 62 menjadi 60 tahun dan menekan angka pengangguran. Merupakan Agenda yang ditawarkannya untuk menyelamatkan Prancis didalam badai krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan telah berhasil menyita perhatian dari masyarakat Prancis. Hingga berhasil membuatnya memenangkan ajang pemilihan Presiden Prancis pada mei 2012 itu.

Selain itu harapan akan keberhasilan sosialisme di Prancis nantinya yang kemudian akan menciptakan efek domino dan dapat menyebar di seluruh penjuru dunia untuk mengikuti kesuksesan sosialisme ini, pasti akan dapat membuat Karl Marx tersenyum lebar didalam kuburnya. Karena itulah yang pernah dicita-citakan oleh Marx semasa hidupnya, bahwa rakyat Prancislah yang akan menjadi tonggak awal dari revolusi sosial didunia, yang kemudian diteruskan oleh Rakyat Jerman dan rakyat Inggris yang akan menyelesaikannya (Trotsky, 1939/2010: 55).

Akan Tetapi jalan terjal didepan sana belumlah berakhir. Setelah hampir dua tahun masa kepemimpinannya bersama dengan Jean-Marc Ayrault yang merupakan Perdana Menteri yang mendapinginya, harapan besar yang tersemat dari rakyat Prancis kepada pundaknya untuk dapat menyelesaikan problematika yang mendera Prancis itu mulai semakin memudar. Seperti halnya kekecewaan rakyat Prancis terhadap Sarkozy pendahulunya, kini kekecewaan tersebut juga mulai menyebar luas terhadap kepemimpinan dari Francois Hollande tersebut. Kebijakan-kebijakan reformis, moderat dan reaksioner yang terkesan bertolak belakang dengan keinginan rakyat dan belum terealisasinya janji-janji politik pada massa kampanyenya telah menumbuhkan rasa ketidakpercayaan tersendiri di benak massa rakyat.

Tabel 01. Hasil Pemilu 2012 di Perancis:

Pemilu prancisSumber: dailymail.co.uk 2012

Itu dapat terlihat bagaimana sejak 10 bulan dalam masa kepemimpinannya, Hollande yang digadang-gadang sebagai simbol dari perubahan, malahan tidak memberikan dampak perubahan yang berarti bagi rakyat. Malahan sejak masa pemerintahannya tersebut, Hollande malahan melakukan pemotongan anggaran senilai puluhan miliar euro yang merupakan subsidi untuk rakyat, pemecatan massal di industri otomotif, termasuk penutupan pabrik Aulnay yang turut disetujui oleh Serikat Birokrasi, dan dilakukannya invasi ke Mali, akibatnya ekonomi Prancis pun terus mengalami stagnasi, dengan pengangguran melonjak melewati angka 10 persen (WSWS, 29/03/13). Keadaan tersebutlah yang membuat semakin melebar dan meningginya sikap kekecewaan dari sebagian besar rakyat.

Menurunnya kepercayaan terhadap Francois Hollande dan Jean-Marc Ayrault ini dapat terlihat dari polling yang dilakukan oleh BVA (18/01/13). Dimana 59% responden menganggap kebijakan yang diambil oleh Hollande adalah keliru sedangkan hanya 25% responden yang menganggap kebijakan tersebut Konstruktif. Popularitas dari Hollande pun menurun ke angka 43% , penurunan yang sama juga terjadi pada popularitas Jean-Marc Ayrault yang hanya 38%. Sedangkan menurut Word Socialist Web Site (29/03/13) popularitas Hollande bahkan saat ini telah tenggelam ke angka 30 persen, rekor terendah antara presiden Perancis sejak jajak pendapat tersebut pernah dilakukan. Bahkan Hollande kehilangan dukungan di antara basis pemilih PS yang merupakan partai utama yang menyokongnya. Akibatnya hanya 30 persen remaja dan 32 persen dari pekerja manual yang sekarang ini masih mendukung tampuk kepemimpinannya. Keadaan tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi Hollande dan Ayrault didalam mendapatkan legitimasi dari rakyat Prancis dari setiap kebijakan yang diambil nantinya.

Keadaan yang dialami oleh Hollande dan Partai Sosialis (PS) tersebut selaras dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Kagarlitsky (1999). Bagaimana politik sosialis mengalami kemunduran justru ketika golongan kiri berhasil mendominasi pemilihan suara di parlemen dan sekaligus menduduki pemerintahan. Hal tersebut terjadi karena lemahnya dukungan dari basis rakyat pemilih didalam mendukung gerakan dari pemerintah yang di satu sisi didalam tekanan oleh hegemoni dari rezim Kapitalisme global[1] yang bersilang idiologis dengan pemerintahan sosialis tersebut.

Itulah yang dialami oleh Hollande dan PS di Prancis sekarang ini. Bagaimana dukungan yang kuat dari rakyat akibat badai krisis ekonomi yang telah menistakan mereka (terutama rakyat pekerja dan anak muda Prancis) menjadikan sosok Hollande dikaitkan erat sebagai seorang juru selamat. Dengan perkakas ide-ide dan agenda-agenda sosialis yang digengam oleh Hollande yang dianggap oleh pemilihnya merupakan alternatif ampuh dari kebuntuan krisis Kapitalisme, ternyata yang terjadi sekarang adalah sebuah angin lalu.

Ide dan gagasan sosialisme ilmiah yang diabaikan oleh Hollande bersama PS dan sekutunya, seperti  PCF (Paratai Komunis Prancis) dan Partai Anti-Kapitalis Baru (NPA) merupakan pemicu dari kegagalan Hollande didalam menjinakan Krisis ekonomi ini, selain juga karena adanya dominasi dan intimidasi yang kuat dari rezim neoliberal. Hollande bersama sekutunya malahan semakin terjerembak didalam kungkungan kebijakan-kebijakan yang bersifat reformis dan reaksioner, dengan menanggalkan kebijakan radikal didalam merubah struktur ekonomi-politik masyarakat sebagaimana yang merupakan bagian dari politik sosialisme.

Sebelum kita melangkah lebih jauh didalam pembahasan ini, agar tidak terjadi kekaburan dari apa itu maksud agenda politik sosialis. Maka yang dimaksud dengan agenda politik sosialis didalam pembahasan ini nantinya adalah merupakan suatu program yang bertujuan untuk mencapai pembangunan kemanusian, redistribusi kekayaan, penciptaan keadilan, kesejahtraan serta kamakmuran masyarakat dan dengan tujuan akhirnya adalah penciptaan Negara Sosialisme. Sehingga didalam menjalankan agendanya harus meninggalkan Neoliberalisme dan juga sistem nan kapitalistik didalamnya………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Karya Ilmiah ini merupakan salah satu tulisan dalam buku “Mozaik Kebijakan Publik di Indonesia”. Buku ini adalah kumpulan pemikiran hasil diskusi “MAP Corner-klub MKP” di MAP UGM setiap selasa sore.
*** Untuk dapat membaca papers ini secara lengkap, silahkan dapatkan bukunya di penerbit Pustaka Pelajar atau toko-toko buku.
Terimakasih.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Daftar Pustaka

Callinicos, alex. 2011. Sembilan Thesis Anti-Kapitalis: kritik anti-kapitalis terhadap keruntuhan ekonomi global. Yogyakarta: CV. Multi Solusindo

Fakih, mansour. 2003. Bebas dari Neoliberalisme. Yogyakarta: Insist Press.

Golinger, E., 2007. Bush versus Chávez. New York: Monthly Review.

Gorz, andre. 2005. Sosialisme & Revolusi. Yogyakarta: Resist Book.

Gorz, andre. 2005. Anarki Kapitalisme. Yogyakarta: Resist Book.

Harvey, david. 2010. Imperialisme Bari: Genealogi dan Logika Kapitalisme Kontenporer. Yogyakarta: Resist Book.

Harvey, david. 2009. Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis. Yogyakarta: Resist Book.

Kargalitsky, boris. 1999. New Realism, New Barbarism: Socialist Theory in the Era of Globalization. Pluto Press: London.

Lebowitz, Michael A. 2009. Sosialisme Sekarang Juga. Yogyakarta: Resist Book.

Marx, karl. 2004. Kapital 1: Sebuah Kritik Ekonomi Politik Proses Produksi Kapitalis.  -: Hasta Mitra.

Newman, Michael. 2006. Sosialisme Abad 21: Jalan Alternatif Atas Neoliberalisme. Yogyakarta: Reisist Book.

Polanyi, karl. 2003. Transformasi Besar: Asal-usul Politik & Ekonomi Zaman Sekarang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Renton, Dave. 2009. Membongkar Akar Krisis Global. Yogyakarta: Resist Book.

Trotsky, leon. 2009. Revolusi Permanen. Yogyakarta: Resist Book.

Trotsky, leon. 2010. Revolusi Yang Dikhianati. Yogyakarta: Resist Book.

[1] Rezim Kapitalisme global ini adalah perwujudan dari negara kapitalis terutama Amerika Serikat dengan lembaga-lembaga Internasional yang sudah dibentuk (WTO, IMF & Word Bank)  yang selalu melakukan intervensi dan tekanan-tekanan terhadap benih-benih munculnya negara sosialis di dunia. Itu karena dengan berdirinya pemerintahan sosialis tersebut dirasa dapat mengancam hegemoni dari rezim kapitalisme global ini. Untuk penjelasan lebih detailnya dapat dilihat dari pemaparan Noam Chomsky dalam “Neo-Imperialisme Amerika Serikat” (2008).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: