Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Menyentuh Rasa

Wanita pinggir jalan terasing tersingkir pemulung

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Rintik hujan tak jua lelah

malam semakin larut

bulan bintang melamun

hingga datang seberkas sinar di ufuk timur

mencabut dongeng tidur

 

angin menyusup bergerilya

menyusuri bekas keringat di tubuhnya

bersemilir menelejanjangi

dingin

memaksanya menelungkukan kaki

beralaskan karung goni

bekas wadah barang terbuang yang dipunguti

 

“wanita itu tak sepantasnya tidur disitu” ujarmu

“ia masih muda, kulihatnya sore itu”

 

Rasa kemanusiaan keluar dari lorong persembunyian

hatimu meleleh

menyusuri sungai yang penuh duka

menyelam bersama ikan-ikan kecil

: yang terbuang dari kumpulannya

 

“mengapa ia tak menjadi Penyanyi Karaoke saja? pasti laku”

tanyamu beradu dengan gemercik hujan

“ahh, hidup memang memaksa segalanya demi sesuap nasi”

“menjadi PK pun aku akan menghargai”

ujarmu seperti dalang

dan kayon pakeliran kau tancapkan

dengan kocapan

“asal jangan saling memakan sesama, hewan pun tak ada yang melakukannya”

Arif Novianto

Pati – 14 Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: