Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: Etika dan moral

Politik Tanpa Etika

Lampung Post 18 Februari 2014 a

Doc: Epaper Lampung Post 18 Februari 2014

Didalam dinamika demokrasi yang tengah kita arungi pada pasca-reformasi sampai sekarang, berbagai kegaduhan demi kegaduhan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya. Ruang publik seolang dipenuhi dengan keributan-keributan didalam mencari sebuah konsesus. Berbagai opini pun saling bertarung di ruang publik dengan mengatasnamakan suara publik. Padahal bila ditelisik lebih mendalam, opini tersebut adalah suara kepentingan pribadi yang digoreng dengan kekuatan kapital hingga kemudian berwujud kepalsuan suara publik.

Akan tetapi, kegaduhan didalam kerangka sistem demokrasi tersebut tak mungkin untuk dihindari atau bahkan dihilangkan. Menghilangkan kegaduhan didalam arena demokrasi tak lain adalah bagian dari pendestruksian demokrasi. Kita dapat berkaca pada rezim Pinochet di Chile, Syah di Iran ataupun Soeharto di Indonesia, memperlihatkan bagaimana penghilangan kegaduhan di ruang publik adalah manifestasi dari sebuah Kediktatoran. Demokrasi pun seolah menjadi jargon omong kosong, yang dimana suara publik yang bertentangan dibungkam dengan represif demi kekuasaan yang tak terkontrol.

Artinya kegaduhan di ruang publik untuk mencari sebuah keputusan yang menaungi hajat hidup rakyat itu diperlukan. Yaitu sebagai bagian perjuangan politik dari berbagai lini masyarakat untuk meraih transformasi perbaikan atau demi kepentingan masyarakat tersebut secara luas.

Read more of this post

Perbudakan Yang Salah Jaman: Hilangnya Etika dan Moral Yuki Irawan Dalam Kapitalisme Kontenporer

Abstrak

Kasus perbudakan yang dilakukan oleh Yuki Irawan (pengusaha) terhadap para buruhnya telah menciptakan keprihatinan yang besar akan ketiadaan etika dan moral kemanusiaan didalamnya. Apalagi di era kontenporer sekarang ini, dimana sistem kapitalisme telah mengalami perkembangan yang pesat yang kemudian tidak lagi selaras dengan model perbudakan kuno ini. Karena model perbudakan kuno ini akan menghambat relasi yang fleksibel terhadap tenaga kerja dan tuntutan akan ratifikasi HAM yang telah menjadi acuan dalam sistem kapitalisme ini sendiri. Sehingga pada tulisan ini penulis berusaha mengelaborasi tentang etika dan moral apa yang telah dilanggar oleh Yuki Irawan terhadap para buruhnya? Dan apa yang menyebabkan model perbudakan ini muncul dibawah sistem Kapitalisme kontenporer sekarang ini?

Keyword: Perbudakan, hilangnya etika dan moral, kapitalisme kontenporer.

 

Pendahuluan

            Peristiwa penginjak-injakan nilai-nilai kemanusian yang tak lagi memiliki kadar kemanusiaan kembali terulang di Indonesia ini, kini terjadi di perusahaan CV Sinar Logam milik Yuki Irawan di Desa Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang (Tempo, 09/05/2013). Para buruh yang bekerja di perusahaan milik Yuki ini harus mengalami tekanan dan penyiksaan didalam hubungan relasi kerja. Pil pahit harus ditelan para buruh tersebut, karena selama bekerja hak-hak mereka sama sekali tidak dipenuhi dan peristiwa ini tak ubahnya seperti model perbudakan kuno pada ratusan tahun silam.

Read more of this post

Hancurnya Etika dan Moral Kapitalisme

kapitalisme hancurnya etika moral kebinatangan binatang manusia

Doc: Anti-cap

Sontak Publik dibuat terhenyak, ketika menyaksikan kabar kekejaman dan kesadisan yang telah terjadi di pabrik pengolahan aluminium milik Yuki Irawan di Tangerang. Bagaimana tidak, para buruh diekploitasi dan ditindas dengan tindakan yang tidak memiliki kadar manusiawi sama sekali. Mereka disekap dan dipaksa untuk bekerja di bawah bayang-bayang kekerasan dan siksaan, serta hak-hak mereka sebagai buruh tidak sedikitpun dipenuhi.

Hal tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk perbudakan model tua atau kuno di era globalisasi sekarang ini. Perbudakan itu sendiri merupakan proses perampasan kehidupan budak oleh pemilik budak. Yang dimana para budak diambil semua nilai lebihnya dan dirampas kehidupanya oleh para pemilik budak serta hanya diberikan upah untuk sekedar bertahan hidup saja. Perbudakan tua di era millennium sekarang ini sudah hampir tidak ada, tetapi telah mulai bermetamorfosis menjadi perbudakan yang lebih halus dan mencoba memanusiawikan walaupun sebenarnya tetap saja tidak manusiawi, seperti tercermin pada sistem outsourcing. Sehingga kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, bisakah sistem kapitalisme modern sekarang ini berjalan berdampingan dengan pola perbudakan kuno tersebut?

Jawabannya tentu tidak. Karena di dalam sistem kapitalisme modern sekarang ini sangat memerlukan pasar yang dinamis dan fleksibel. Dan pola perbudakan kuno tersebut memiliki sifat yang statis, sehingga menghambat pola relasi pasar yang diinginkan oleh sistem kapitalis itu sendiri, baik pasar tenaga kerja atau pasar produksi. Kemudian apa yang terjadi sehingga terjadi sebuah kasus perbudakan kuno di era kapitalisme sekarang ini?

Read more of this post