Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: gerakan buruh

Bagaimana Buruh Melawan Penghisapan atas Dirinya

Cover buruh menuliskan perlawanannyaPenulis: Agus Japar Sidik, Atip Kusnadi, Budiman, Dayat Hidayat, Gito Margono, Hermawan, Lami, Fresly Manulang, Salsabila (nama samaran), Nuzulun Ni’mah, Sri Jumiati, Sugiyono, Supartono, Samsuri, Muryati.
Editor: Bambang Dahana, Syarif Arifin, Abu Mufakhir, Dina Septi, Azhar Irfansyah, Alfian Al-Ayubby Pelu.
Penerbit: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) bekerjasama dengan Tanah Air Beta, 2015. 400 halaman +xviii

Kemunculan organisasi-organisasi buruh di Indonesia –terutama berakar pada sektor transportasi dan perkebunan- yang dimulai pada tahun 1910-an memainkan peran penting dalam serangkaian perjuangan kemerdekaan. Politik aksi dan mogok mulai digunakan untuk menekan pemerintah kolonial agar memenuhi perbaikan hidup mereka hingga berujung pada tujuan kemerdekaan Indonesia. Setelah era kemerdekaan, melalui SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), gerakan buruh terlibat aktif dalam upaya menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda serta perjuangan menuntaskan “revolusi nasional Indonesia”. Namun, peristiwa 1965 dan lahirnya rezim Orde Baru membuat tradisi buruh berserikat dihancurkan dengan politik “masa mengambang” (floating mass). Pemerintah menerapkan politik serikat buruh tunggal yang dikontrol penguasa.

Read more of this post

Advertisements

Hilangnya Politik Rakyat

Lampung Post 13 Februari 2014 a

Doc: Epaper Lampung Post 13 Februari 2014

Politik itu semacam belati, disatu sisi dia dapat membahagiakan kita namun disisi yang lain dia dapat menyiksa kita. Politik tanpa pertarungan adalah omong kosong dan politik tanpa konflik hanya akan menciptakan kediktatoran. Maka pemahaman akan politik menjadi sangat penting, untuk bagaimana dapat memperjuangkan nasib kita menjadi lebih baik lagi. Apalagi didalam sistem demokrasi seperti sekarang ini.

Ajang kontestasi politik di Juni 2014 nanti sudah begitu dekat. Gelora perpolitikan seolah menggema disegala penjuru Indonesia. Akan tetapi sampai sekarang masih banyak masyarakat yang tak lagi percaya dengan tangan gaib politik. Bahkan politik selalu dilekatkan dengan kebobrokan dan keporak-porandaan. Kerangka berfikir masyarakat yang memanifestasikan politik kearah negatif ini bukan tanpa sebab, itu karena setelah paska reformasi ditengah kebebasan informasi publik, mereka menyaksikan gelontoran perilaku negatif (korupsi, kebijakan yang tak pro-rakyat dan tindakan melanggar hukum lainnya) yang dijalankan oleh pemerintah.

Read more of this post

Pembangunan Blok Historis: Mensinergikan Gerakan Mahasiswa dan Buruh Demi Menciptakan Kesejahtraan Bersama

Buku Gebrakan Mahasiswa Menggugat Diskriminasi Buruh

Doc: Pribadi

 “Sejarah masyarakat yang berlangsung selama ini adalah sejarah perjuangan kelas”(Marx. Manifesto of the Communist Party. 1848)[1]

Gerakan buruh kini telah mulai bangkit setelah hampir 3 dekade dilumpuhkan oleh rezim Orde Baru (Hadiz, 2006). Berbagai pencapaian-pencapaian dan kegagalan-kegagalan pun telah dirasakan oleh gerakan buruh ini. Keadaan tersebut semakin menempa mereka dan juga telah berkontribusi pada pembentukan identitas mereka sebagai buruh (Saptari, 2008).

Tetapi didalam relasi kerja Kapitalisme, problematika yang dihadapi buruh tak akan pernah ada akhirnya. Permasalahan upah tidak layak, kerja kontrak, outsourcing, PHK, tidak adanya jaminan kesehatan dan kerja merupakan permasalahan yang dihadapi para buruh Indonesia sampai saat ini. Kenyataan tersebut, memberikan gambaran bahwa kepentingan buruh bertentangan secara hakiki dan tidak dapat didamaikan sama sekali dengan kepentingan ‘sistem sosial dan politik’ kapitalisme (Shandro, 1995: 279).

Hal senada juga dialami oleh para Mahasiswa. Menjalarnya kapitalisme ke ranah pendidikan dengan logika profit oriented yang melatarbelakanginya, telah menjadikan mahalnya biaya pendidikan, dikontrolnya Universitas-universitas oleh kalangan elit dan menciptakan pondasi ilmu pendidikan yang menekankan hanya pada nilai-nilai korporasi.

Read more of this post