Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: Korupsi

Kebuntuan Pendekatan Administratif dalam Menghadapi Korupsi di Tengah Kapitalisme dan Demokrasi Liberal

Abstrak

Permasalahan korupsi kini telah memporak-porandakan kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Korupsi yang sistemik telah menciptakan guncangan dasyat di berbagai bidang pemerintahan. Berbagai solusi dan percepatan pembarantasan korupsi terus menemui jalan kebuntuan, karena luar biasanya permasalahan korupsi di Indonesia sekarang ini. Kebijakan pemerintah yang lebih condong melihat korupsi secara moralis yaitu dengan kebijakan meningkatkan gaji PNS didalam menghambat munculnya korupsi atau melalui pendekatan administratif telah menciptakan masalah tersendiri. Dan bagi penulis solusi tersebut hanya akan menciptakan kebuntuan dan kesia-siaan. Itu karena lemahnya analisis moralis dan pendekatan administratif didalam melihat korupsi ditengah Kapitalisme dan Demokrasi sekarang ini. Sehingga pada tulisan ini, penulis berusaha mengelaborasi faktor-faktor apa saja yang menciptakan kebuntuan pendekatan administratif ini serta apa kelemahan analisis moralis dan pendekatan administratif didalam melihat korupsi sebagai masalah.

Keyword: Korupsi di Indonesia, analisis moralis, pendekatan administratif, kapitalisme dan demokrasi.

 

Pendahuluan

Permasalahan korupsi adalah permasalahan utama yang pasti dihadapi oleh Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, permasalahan korupsi sudah hadir dan mengemuka sejak Negara-bangsa ini belum terbentuk hingga sekarang ini. Sejarah kasus korupsi di Indonesia pernah menjadi perdebatan hangat yaitu antara Furnivall dan Smith (Bawsir, 2003). Furnivall menyatakan bahwa didalam masa kolonial, kasus korupsi tidak pernah ada. Dan pernyataan tersebut kemudian dibantah dengan keras oleh Smith yang mengutip Day, yang mengemukakan sejumlah contoh yang mengungkapkan cukup meluasnya tindakan korupsi di bawah pemerintahan Hindia Belanda yang dilakukan oleh para pejabat kolonial. Artinya korupsi yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan tidak merupakan barang baru di Indonesia ini.

            Read more of this post

Advertisements

Korupsi Tak Mengenal Gender

Batam Post 09 Januari 2014

Doc: Epaper Batam Pos 09 Januari 2014

Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan terseretnya Ratu Atut Chosiyah didalam jeratan kasus korupsi. Kekuatan dinasti politik di Banten kini pun mulai terguncang, setelah salah satu trah dinasti Tb Chasan Sochib yaitu Ratu Atut yang merupakan Gubernur Banten saat ini ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Didalam relasi kekuasaan perilaku koruptif memang tak pernah memandang gender, apakah itu laki-laki ataupun perempuan. Apa yang telah dilakukan oleh Angelina Sondakh, Miranda Gultom, Melinda Dee, Nunun Nurbaiti, Mindo Rosalinda, Chairun Nisa, Wa Ode Nurhayati dan yang baru-baru ini Ratu Atut Chosiyah, memperlihatkan bahwa perempuan juga tak dapat mengelak dari lingkaran perilaku korupsi, ketika mereka berada dalam lingkaran kekuasaan.

Ungkapan yang terkenal dari Lord Action “power tends to corrupt and absolute power corrupts absoluty”, menyiratkan bahwa selama ada kekuasaan maka kecenderungan terjadinya korupsi itu mungkin. Dan ketika kekuasaan itu mutlak maka kecenderungan terjadinya tindakan korupsi menjadi sangat besar serta tak pernah peduli apakah itu laki-laki atau pun perempuan.

Read more of this post

Negeri Kartel Korupsi

Negara kartel korupsi jejaring koruptor kemiskinan indonesia

Doc: Luwarso

Kabut kelam yang bernama “Korupsi”, kini dengan membabi-buta menghantam segala sendi-sendi kehidupan di Pemerintahan Indonesia. Korupsi tersebut juga telah mendistorsi  proses-proses politik, ekonomi, birokrasi pelayanan publik, dan penegakan hukum. Akibatnya kebijakan dari Pemerintah berjalan pincang dan mempunyai tendensi mendiskriminasikan kepentingan rakyat kecil.

Tindakan Korupsi di sini dapat dipahami sebagai penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Selain itu tindakan korupsi tersebut juga dapat diartikan sebagai pengutamaan kepentingan pribadi atau klien di atas kepentingan publik oleh para pejabat atau aparatur negara yang bersangkutan (Braz dalam Lubis dan Scott; 1985).

Publik telah dibuat semakin pesimistis terhadap keberhasilan di dalam pemberantasan tindakan korupsi ini. Hal tersebut terjadi karena tindakan korupsi bukannya mengalami penurunan, tetapi malahan terus mengalami peningkatan yang drastis dari hari ke hari. Bahkan lembaga superbody seperti KPK dibuat kelabakan oleh aksi-aksi korupsi itu sendiri.

Read more of this post

Dibawah Bendera AntiKorupsi

Korupsi, kau tak bernurani..

Karikatur-Anti-Korupsi-jpg

Tak hentinya kamu menggerogoti Tiang-tiang kokoh Simbol bangsa ini

Disana tali temali penghubung massa depan putra-putri bangsa ini telah kau lapukkan

Pondasi kehidupan bernegara-bangsa dengan membabi-buta kau porak-porandakan

Hak-hak mereka telah kau cerabuti dengan keji dan asa dalam kehidupannya telah kau renggut

 

Lihatlah dengan Mata hatimu wahai sang Penghancur,

Mereka merengek tak berdaya diterjang gemerlap keegoisan Pasar yang kau agungkan

Para juragan-juragan modern yang kau datangkan hanya menambah goresan derita di kehidupan mereka

Deru-deru mesin meletup-letup menghisap keringat dan tenaganya hingga lemah dan lunglai

Tapi atas nama angkara perutmu, kau biarkan mereka meronta dengan upah yang tak setimpal itu

Read more of this post