Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: metro riau

Melindungi Pemilih Pemula

Metro Riau 11 Maret 2014

Doc: Epaper Metro Riau 11 Maret 2014

Pesta akbar ajang kontestasi politik didalam iklim demokrasi di Indonesia sebentar lagi akan segera dimulai. Ditahun politik ini, berbagai strategi dan cara dilakukan oleh para calon wakil rakyat serta partai politik untuk bagaimana dapat mempengaruhi pilihan konstituen demi masa depan mereka di parlemen nantinya. Kecenderungan partai politik di Indonesia pada dewasa ini yang tidak berbasis pada kekuatan massa serta cenderung secara kolektif mengabaikan komitmen idiologis dan programatis, membuat partai-partai tersebut harus tercerabut dari lingkaran massa konstituen.

Melihat tercerabutnya partai dari basis konstituen, membuat partai lebih memilih strategi politik instan untuk mengarungi pemilu. Didalam politik instan inilah kampanye bersifat praktis ditonjolkan sebagai alat pembentuk citra (politik pencitraan). Artinya partai-partai ini tidak menggunakan strategi terstruktur dan programatis yang lebih bersifat jangka panjang dan dapat bermanfaat bagi rakyat karena aksi kolektif yang dijalankan.

Secara garis besar upaya-upaya stategi politik instan tersebut adalah untuk dapat membentuk citra positif di mata rakyat, dan terutama sekali adalah pada barisan “masa mengambang” yang sampai pemilihan umum hampir tiba cenderung belum menentukan pilihannya serta mudah terpengaruh oleh politik pencitraan. Barisan masa mengambang ini kebanyakan adalah para pemilih pemula.

Read more of this post

Distorsi Politik Elitis

Metro Riau 03 Maret 2014

Doc: Epaper Metro Riau 03 Maret 2014

“Sebagian orang hidup dalam kegelapan; segelintir saja yang hidup ditempat yang terang; dan mereka yang hidup di kegelapan tetap tak bisa terlihat” untain bait tersebut adalah puisi dari Bertold Brecht yang dikutip oleh Wertheim dalam bukunya berjudul “Elite vs Massa”(2009). Wertheim berusaha menjelaskan tentang bagaimana elitisme telah mengungkung dinamika pemerintahan serta kajian-kajian sosiologis di Indonesia selama ini.

Sistem sosial politik di Indonesia sekarang pun masih tetap berwatak elitis (karena dibuat dengan cara elitis juga). Kita dapat melihatnya didalam sistem kontestasi politik yang sangat begitu mahal sekarang ini. Artinya seseorang untuk dapat memenangkan pemilihan umum harus menggelontorkan biaya yang tak sedikit, baik untuk kampanye dan politik uang, kecuali orang tersebut memang telah membangun basis masa lewat akitivismenya dalam waktu yang lama. Sehingga untuk menjadi pemimpin diperlukan biaya yang besar dan hal tersebutlah yang dimiliki oleh para elit. Sedangkan rakyat kecil hanya dijadikan batu loncatan untuk menegaskan para elit tersebut di pemerintahan.

Read more of this post

Terjerat Dalam Kerangkeng Neoliberalisme

Metro Riau 19 Februari 2014

Doc: Epaper Metro Riau 19 Februari 2014

Neoliberalisme selama hampir satu dasawarsa terakhir merebak menjadi wacana hangat yang banyak dibicarakan oleh berbagai kalangan. Kecenderungan yang muncul dimasyarakat bahwa gagasan neoliberalisme ini mendapat tempat yang kurang begitu mengenakan, karena idiologi ini telah membawa masyarakat kearah pertarungan nan kanibalistik. Hal tersebut membuat sebagian besar partai bahkan politisi di Indonesia sekarang ini dengan terang-terangan menolak idiologi neoliberal ini, walaupun pada kenyataannya ketika mereka berada dipemerintahan idiologi ini seolah menjadi panduan wajib yang harus mereka terapkan.

Apa Itu Neoliberalisme?

            Neoliberalisme ini adalah bagian dari upaya untuk mengoreksi gagasan liberalisme klasik. Artinya neoliberalisme ini adalah salah satu varian dari kapitalisme, setelah sebelumnya ada merkantilisme, liberalisme, keynesianisme, neo-keynisianisme dan neo-merkantilisme.

Read more of this post

Wayang Kontenporer vs Budaya Pop

Metro Riau 10 Februari 2014

Doc: Epaper Metro Riau 10 Februari 2014

Wayang merupakan budaya adiluhung bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung dunia non bendawi pada 7 november 2003. Didalam setiap pagelaran wayang ini menyiratkan nilai-nilai estetik yang begitu tinggi dengan filosofi dan mitologi jawa yang kental sekali. Artinya wayang merupakan mahakarya besar yang pernah diciptakan oleh nenek moyang kita ini.

Namun seiring berkembangnya jaman, wayang sebagai budaya lambang identitas bangsa ini mulai kehilangan peminatnya. Ungkapan bahwa wayang adalah pertunjukan yang ketinggalan jaman, membosankan karena lakonnya itu-itu saja serta pergelarannya yang lama telah membuat wayang seolah berada pada titik terendahnya. Padahal tak dapat dipungkiri bahwa didalam setiap pertunjukan wayang, selalu menyiratkan pesan-pesan moral, sosial dan politik yang berbalut tentang contoh ketauladanan kehidupan.

Read more of this post

Jalan Pincang JKN

Metro Riau 02 Januari 2014

Doc: Epaper Metro Riau 02 Januari 2014

Keterkaitan antara kesehatan dan kemiskinan didalam banyak studi memiliki hubungan yang erat. Manusia yang sehat dapat menjalankan potensi kegiatan secara lebih optimal. Sedangkan faktor kemiskinan adalah penghalang didalam terciptanya hal tersebut. Sehingga semakin besar jurang kemiskinan, maka potensi kesehatan akan menjadi sangat rentan.

Pada 01 Januari 2014, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan diterapkan dan BPJS juga akan terbentuk yaitu BPJS Kesehatan sebagai transformasi dari PT Askes (Persero) dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai transformasi dari PT Jamsostek (Persero). Penyelenggaraan kesehatan secara nasional ini didalam sistem pendanaannya penggunakan mekanisme iuran dengan dalih gotong royong, sedangkan untuk masyarakat miskin bebannya ditanggung oleh Negara.

Dengan mekanisme iuran ini, tanggung jawab Negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial (Alinea IV, pembukaan UUD) semakin dilepaskan. Tetapi pada tulisan ini penulis tidak membahas masalah idologis dan kepentingan-kepentingan didalamnya secara mendalam, akan tetapi akan lebih menyoroti masalah infrastruktur dan tenaga medis penunjang jalannya JKN ini yang pincang. Dan keadaan tersebut pasti akan memicu berbagai permasalahan dan konflik di tengah implementasi kebijakan ini.

Read more of this post

Otonomi Desa Untuk Siapa?

Harian Haluan Padang 28 Desember 2013

Doc: Epaper Harian Haluan 28 Desember 2013

Pada 18 De­sem­ber 2013 secara resmi Undang-Un­dang Desa disah­­kan oleh DPR RI. Didalam UU Desa ini me­ngatur berbagai arahan untuk dijalankannya oto­nomi desa, yang men­cakup ten­tang pem­berian 10% APBN untuk desa, sistem gaji tetap yang diterima oleh perangkat desa termasuk BPD (Badan Permusya­warahan Desa), amanat dibentuknya BUMDes dan jabatan 6 tahun kepada Kepala Desa serta dapat diteruskan selama 2 periode, atau maksimal selama 18 tahun kepemimpinan di Desa.

Latar Belakang Otonomi Desa

Bila dicermati, proses terbentuknya otonomi desa ini seperti apa yang terjadi pada peristiwa reformasi 1998. Sistem sentralistik terpusat yang diterapkan oleh pemerintah Orba, membuat gerak pusat ke daerah hanya berwujud gerak eksploitatif. Sedangkan gerak dari daerah ke pusat hanya menjadi gerak mem­budak. Artinya daerah-daerah hanya diperas oleh pemerintah pusat, sedang­kan hubungan timbal balik­nya sangat timpang atau daerah hanya menerima sisa-sisa kue dari pusat. Dan proses tersebut juga memunculkan kecende­rungan korupsi sistemik yang terjadi di pemerintah pusat, hingga terbentuknya oligarki politik.

Read more of this post