Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: sosialisme

Syriza dan Drakula Troika: Dinamika Perjuangan Rakyat Yunani Keluar Dari Jeratan Neoliberalisme

karikatur kehancuran syriza perpecahan left unity front populer krisis yunani - cagle

Doc: Cagle Cartoons

Situasi di Yunani saat ini membawa mereka kembali pada garis terdepan pertarungan bersejarah. Di tahun 1821, Yunani menjadi negara pertama yang berhasil merdeka; kemudian di tahun 1940, mereka adalah pelopor pertempuran melawan fasisme; diawal tahun 1970-an perlawanan mereka terhadap regim diktator militer telah banyak menginspirasi perjuangan yang sama di Eropa Selatan dan Amerika Latin dalam menentang penindasan dan ketidakadilan dari diktator militer. Kini Yunani juga tengah berada dalam pertarungan bersejarah melawan regim otoritarianisme dibalik jubah Troika (Uni Eropa, Bank Central Eropa dan IMF) dengan jampi-jampi neoliberalisme dan sesajen resep pengetatan (austerity) anggaran yang mereka paksakan.

Syriza partai berkuasa di Yunani saat ini yang berhasil memenangkan Pemilu pada awal Januari 2015 dengan perolehan 36,3% suara telah membawa harapan (hope) bagi rakyat yunani tentang alternative lain dari kapitalisme. Badai krisis yang menghantam Yunani sejak tahun 2008 dan ditambah dengan kebijakan-kebijakan dari George Papandreou serta teknokrat Lucas Papademos dari PASOK (The Panhellenic Socialist Movement) yang berkoalisi dengan New Democracy (ND) yang memerintah Yunansi selama krisis datang telah membuat keadaan yang semakin parah. PASOK yang merupakan partai dengan garis politik kiri-tengah dan cenderung reformis, sedangkan ND partai sayap kanan konservatif menyikapi krisis ekonomi dengan melakukan arahan kebijakan yang berdasar pada resep-resep Troika.

Read more of this post

Advertisements

Kemenangan Hollande, Agenda Politik Sosialis dan Masa Depan Sosialisme di Dunia

Abstrak

Kemenangan yang telah diraih oleh Francois Hollande yang diusung oleh Partai Sosialis Perancis (PS) di Pemilihan Umum Presiden Prancis pada mei 2012 lalu, telah memberikan harapan besar tersendiri bagi rakyat Prancis akan datangnya perubahan. Agenda-agenda politik Sosialis yang ditawarkan oleh Hollande ketika masa kampanye membuat pamornya begitu tinggi ditengah badai krisis yang menerpa rakyat. Akan tetapi harapan yang begitu tinggi terhadap sosok Hollande untuk dapat menciptakan perubahan yang besar, sedikit demi sedikit mulai luluh lantak setelah sekitar dua tahun masa kepemimpinannya. Itu terjadi akibat tak pernah terealisasinya agenda-agenda politik sosialis yang ditawarkan oleh Hollande pada masa Kampanye politiknya dan masih tetap kencangnya badai krisis yang menimpa rakyat Prancis. Sedangkan yang terjadi adalah terjebaknya Hollande pada kebijakan-kebijakan kompromis yang lebih bersifat reformis, moderat dan reaksioner. Sehingga pada tulisan ini, penulis berusaha mengelaborasi tentang apa yang menjadi penyebab kegagalan dari Hollande dan para politiksi sosialis lainnya di dalam menjalankan agenda-agenda politik Sosialis yang pernah mereka tawarkan. Dan juga berusaha meramalkan simultannya krisis kapitalis dengan masa depan Sosialisme di dunia.

Keyword: Francois hollande, krisis ekonomi, agenda politik sosialis dan masa depan sosialisme

 

Mozaik Kebijakan PublikPendahuluan

Pada 6 mei 2012 sebuah sejarah baru telah terbentuk di Negara yang terkenal dengan menara Eifelnya yaitu Prancis. Hal tersebut terjadi dikarenakan kemenangan yang berhasil ditorehkan oleh Francois Hollande didalam pemilihan presiden Prancis mei itu. Hollande yang didukung oleh kubu sosialis berhasil menggulingkan incumbent dari kubu konservatif yaitu Nicolas Sarkozy dengan raihan 51,56 persen suara untuk Hollande dan hanya 48,44 persen bagi Sarkozy (Koran Jakarta, 09/05/12).  Kemenangan dari Hollande tersebut juga telah mencatatkan dirinya sebagai presiden kedua dari sayap partai kiri yang pernah memimpin Prancis, setelah pendahulunya yaitu Francois Mitterrand yang memimpin pada periode 1981 sampai 1995.

Read more of this post

Mengurai Agenda Neo-liberalisme dibalik Reformasi Birokrasi dan Good Governance: Sebuah Analisis Kritis

Abstrak

Discourse that developed in Indonesia since reform the 1998 until recently when referring to “Bureaucratic Reform” will inevitably lead to good governance. Bureaucratic Reform and Good Governance, seems to be two ivory towers dominate the agenda of the concept grammatical system of ideal governance in Indonesia since the overthrow of the regime. The role of the International donor agencies (Word Bank, IMF, and UNDP) to transform the political evolution of Neoliberalism and popularized the concept of good governance is really so great. In Indonesia, the two concepts becomes a handle virtually all policy makers, bureaucrats and academics through the concept of New Public Management, Market – based Public Administration, Entrepreneurial Government, and others on college campuses. Characteristics of Administrative Reforms Good Governance leading to the postulated role of the State and direct minimization of bureaucracy to the arena circuit with the business market and perpetuate neoliberal norms such as transparency, competition and accountability. The three main pillars of Good Governance includes Government, business or market force and society. Implementation of good governance has never happened because the workings of good governance can’t be separated from the interests of market liberalization or Neo – liberalism. The result was the creation of anti-social institutional politics and ignore the relations of production and allocation equivalent to alienate paradigm of social class and economic circumstances of a country sphere of global politics. So in this paper the authors to try explore the discourse mistakes that led to the Administrative Reforms Good Governance. As well as trying to elaborate on the problems of the concept of good governance in the political cedar Neo – liberalism.

Keywords:  Bureaucratic Reform, Good Governance, Neoliberalism and Governance.

1452012_667598486618159_2030337973_n

Pendahuluan

Birokrasi adalah suatu urat nadi di dalam tubuh dari Pemerintahan (Negara) atau Organisasi. Artinya birokrasi merupakan suatu alat yang menghubungkan, menyeimbangkan serta mengatur sendi-sendi, untuk menopang berjalannya Pemerintahan Negara. Birokrasi yang ada di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah terus mendapat kritikan dan sorotan yang tajam dari publik, karena perilakunya yang tidak sesuai dengan tugas yang diembannya sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan apabila orang berbicara tentang birokrasi, kecenderungannya selalu berkonotasi negatif, yaitu bahwa birokrasi adalah lamban, berbelit-belit, menghalangi kemajuan, cenderung memperhatikan prosedur dibandingkan substansi, dan tidak efisien.

Read more of this post