Gelora Nurani – Arif Novianto

Mencoba mengukir lengkokan tinta-tinta perlawanan untuk menyampaikan segala ketidak-adilan dan memperjuangkan kebenaran

Tag Archives: Sastra

Kumpulan Puisi 1

HilangKoran Madura Puisi 7 Februari 2014 a

Jika,

Mawar berduri hanya menjeruji

Anggrek hanya Merengek

Tulip hanya Mengintip

Kamboja pun hanya mengeja

 

Maka semua keindahan itu,

Lenyap tak bermakna

Tegal, 24 Oktober 2013

Read more of this post

Advertisements

Balada Dewi Shinta

Rangkaian kata ini ditulis, setelah menyaksikan pertunjukan Wayang Kulit dari Ki Joko Edan, dengan lakon “Rhama, Lesmana, lan Shinta Suwargo”

Dhewi sinta rhama wijaya rahwana

Doc: The Old Manuscript

Dihutan belantara

Daun dadap mengendap

Melirih bisu dilengkung pelangi

Yang terpancar membeku

Dibola matamu

 

Ranjang dilapisi anyaman pandan

Menggigil memelukmu

Yang berkelindan nestapa

Dalam celoteh burung hantu

 

Read more of this post

Cempeku

Ini adalah rangkaian puisi untuk Melawan Lupa dan Mengenang peristiwa  pembantaian manusia terbesar kedua sepanjang sejarah dunia. Yaitu peristiwa Gestok (Gerakan Satu Oktober) 1965, dimana orang kiri dibantai dengan tak manusiawi. Rangkaian Pusi tersebut meliputi “Purgatory Gerwani” , “Suara, Tinta dan Darah Perlawanan” dan “Cempeku”.
Sejarah bukanlah untaian kenangan yang kosong. Sejarah adalah pembelajaran yang menentukan arah transformasi kita kedepan. Kalau semua orang melupakan sejarah kelam ini, maka siapa yang akan memperjuangkannya? Apakah kita ingin mengulangi sejarah kelam ini? atau membiarkan para pelaku keji dalam sejarah itu mengukir lengkokan sejarahnya sendiri? Yang telah memberikan imajinasi kebusukan bagi kita? Yang telah mencongkel kita dari goresan keemasan yang harusnya dapat kita ukir sendiri?
Kebenaran harus diungkap kawan, walaupun itu Pahit!!!

Peristiwa kudeta 1965

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Langit merona merah jingga

Membentang luas sepanjang sudut Cakrawala

Hari itu, sorot sang fajar tak hanya memuram di timur

Tapi, dia menjamur disepanjang bangunan yang hancur

 

Angin pancaroba telah meniupkan kegersangan

Udara panas bagai api pembakaran

Hantu kecemasan telah berkeliaran

Nyawa dan kematian hanya bagaikan uban

 

Read more of this post

Suara, Tinta dan Darah Perlawanan

Perlawanan rakyat menentang penguasa

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Lilitan tinta disecarik kertas putih yg membeku ini

bersuara lantang

menentang coretan liar yang tak beraturan

yang kau gores dengan nafsu

 

Suaraku dapat kau bungkam

tapi tinta ini dapat menari-nari liar

melebihi aungan serigala malam

yang tak kan sedikitpun dapat kau hentikan

 

Read more of this post

Purgatory Gerwani

Purgatory Gerwani

Doc: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit

Gerwani,

Perempuan-perempuan petarung zaman

Berjuang menentang penderitaan

Namun, diburamkan menjadi kanibal

 

Gerwani,

Perempuan-perempuan penentang feodal

Berjuang menciptakan keadilan

Namun, disulap menjadi binatang jalang

 

Read more of this post